Friday, January 8, 2010

Hanya Karangan Iseng...

Seorang Pemimpi


Hujan.
Sesekali terdengar langkah kaki di lantai atas. Dalam remang-remang cahaya lampu.
Cicitan tikus yang berlari sana sini, membuatku ingin mengaum.
Aku merasa ada sesuatu yang salah, tapi aku terlalu takut untuk membuka mata.
Dari baunya, aku tau tikus itu sudah mati. Tepatnya, baru saja mati.

~~~

"Gerry.. berhenti bermalas-malasan!" seru majikanku, dan lalu mengelus-elus ubun-ubun kepalaku. Penampilannya rapi sekali, aku tau dia harus bekerja. Walaupun umurnya sudah 45 tahun, dia hidup dalam kesendirian. Maksudku, dia.. tidak pernah berniat untuk memiliki seorang istri.
"Aku harus bekerja, jaga rumah baik-baik!" sekilas dia menatapku, matanya merah. "Dan, kalau kau lapar, makanlah pizza tadi malam."

Aku mencium bau bangkai.. ya bangkai tikus, aku harus mencari sumbernya. Tak jarang aku menemukan bangkai tikus yang sudah membusuk, bahkan yang masih berlumuran darah segar.
Terkadang, aku tidak bisa menemukan bangkainya. Sehingga, aku harus menyebarkan kapur barus ke setiap sudut rumah, walau tidak bekerja dengan baik, setidaknya itu mengurangi bau bangkai busuk.
Aku tidak pernah mau tau kenapa tikus ini mati.

"Anjing pitar." gumam majikanku, setiap kali aku menunggu di depan pintu, menyambut kepulangannya.

Aku duduk disebelah majikanku, menghangatkan badan di depan perapian. Ia sibuk dengan buku kesayangannya. Sesekali dia meminum kopinya, dan sesekali hanya mencium aroma kopi itu.
"Garry, tadi malam aku mendapatkan mimpi yang aneh." kata majikanku. Aku menggonggong pelan. "Aku takut sekali."
Ya, majikanku sudah sering bercerita tentang mimpinya. Walau terkadang, aku tidak tau apa maksudnya.

Malam ini hujannya lebat sekali, perapin sudah dimatikan. Dan sekarang saatnya untuk beristirahat. Majikanku datang, dan menutup pintu, ia memakai piayama biru garis-garis. Dan membawa lentera kecil. Lalu mematikannya. Dan berbaring di atas kasur tidurnya, menyelimuti dirinya. Aku tidur di karpet bawah kolong, tepat di bawah kasur tidurnya.

Aku belum bisa tidur, dalam senyapnya malam aku bisa mendengar dengan jelas dengkuran majikanku. Dan suara detak jantungku yang semakin tidak karuan. Seseorang sedang berdiri di depan pinu rumah kami, ya aku tau itu. Aku dapat merasakannya.
Aku berjalan dengan pelan, dan melihat ke arah majikanku, dia tertidur dengan pulas sekali.
Sesegera mungkin aku menyelinap ke arah pintu, ada bayangan seseorang, dia membawa senter kecil. Hujan sudah reda. Aku keluar, dan membuntuti dia, bagaikan seekor anjing liar. Dia terlihat buru-buru. Dan berbicara dengan seseorang lewat ponsel. Lalu menghilang di tikungan jalan. Aku mengendus-endus jejaknya, dan tiba-tiba...

Aku terbangun dari tidurku, majikanku berdiri di sampingku. Berkemas untuk bekerja. Kepalaku terasa sakit. Oh, iya. Malam itu, aku dipukuli secara kasar oleh seseorang. Aku tidak ingat bagaimana, dan siapa. Mungkin orang yang mencurigakan tadi malam.

Tanganku sakit sekali, sepertinya patah. Dan kulihat, sudah ada banyak perban menyelimutiku, ya.. majikanku yang melakukannya.

bersambung...

Note: Udah malas ngetik. kapan2lah ku lanjut >.< haha..

No comments: